PROGRAM HIDROPONIK DAN BUDIDAYA LELE SMK NEGERI 2 LAMONGAN

Kamis, 09 April 2026 SMK Negeri 2 Lamongan mulai menerapkan program Gubernur Jatim mengenai Hidroponik & Budidaya Lele di Sekolah. Sayur sawi dan pokcay menjadi pilihan tanaman hidroponiknya. Seluruh warga SMK Negeri 2 Lamongan, baik Bapak/Ibu guru, TU maupun staf yang ingin mengkonsumsi bisa membelinya melalui Bapak Miftahul Huda, S.Ag. selaku tim penanggung jawab program. Mari bersama-sama kita dukung dan serukan edukasi wirausaha tersebut.
Program hidroponik dan budidaya lele di sekolah-sekolah di Jawa Timur merupakan inisiatif populer untuk ketahanan pangan, pembelajaran kewirausahaan, dan edukasi lingkungan, seringkali diintegrasikan dengan program Adiwiyata atau projek Penguatan Profil Pelajara Pancasila (P5).
Berikut adalah poin-poin utama program tersebut:
- Sistem Pertanian Terpadu (Akuaponik/Budikdamber): Banyak sekolah menerapkan Urban Farming atau budidaya ikan lele dalam ember (Budikdamber) yang dipadukan dengan tanaman hidroponik di atasnya. Sistem ini hemat lahan, air, dan pupuk, sehingga cocok untuk area sekolah yang terbatas.
- Pemanfaatan Lahan Sempit: Sekolah memanfaatkan area terbatas untuk menanam sayuran organik dan beternak lele, mendukung kemandirian pangan.
- Edukasi Kewirausahaan (Entrepreneurship): Hasil panen lele dan sayuran hidroponik (seperti pokcoy) dijadikan sarana pelatihan bagi siswa untuk berjiwa wirausaha, mulai dari proses penanaman, perawatan, hingga pemasaran.
- Pengolahan Bahan Lokal: Selain budidaya, program ini juga mencakup pengolahan hasil lele untuk menu sehat, seperti yang diterapkan dalam kreasi menu pencegahan stunting.
